Mengapa Lansia Rentan Mengalami Hipertensi?
Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, tekanan darah cenderung meningkat sehingga risiko mengalami hipertensi juga semakin tinggi.
Menurut National Heart, Lung, dan Blood Institute, risiko orang lanjut usia (lansia) mengalami tekanan darah tinggi hingga 90 persen.
Hingga memasuki usia 70 atau 80 tahun, tekanan darah sistolik akan meningkat secara signifikan.
Sementara, tekanan diastolik akan terus meningkat hingga usia 50 atau 60 tahun.
Meski penuaan adalah proses alamiah, lansia dengan hipertensi tetap berisiko mengalami komplikasi penyakit berbahaya.
Misalnya, stroke, kerusakan ginjal, penyakit jantung, diabetes dan penyakit berbahaya lainnya.
Lansia mengalami hipertensi jika tekanan darah sistolik/diastolik lebih dari 140/90 mmHg.
Tanda-tanda lansia mengalami hipertensi mulai sakit kepala parah hingga sulit bernapas.
Hipertensi pada lansia perlu penanganan serius agar tidak menjadi komplikasi.
Karena itu, penting untuk memantau tekanan darah lansia secara berkala. Selain untuk mengetahui efektivitas pengobatan yang sedang dijalani, ini sekaligus mengurangi risiko terjadinya komplikasi penyakit berbahaya.
Gaya hidup sehat salah satu cara agar hipertensi tidak mudah kambuh. Obat anti-hipertensi hanya menurunkan tekanan darah ke level normal tetapi tidak menyembuhkan.***







