Orang Non Diabetes Perlu Waspadai Kadar Gula Darah Rendah
Memantau kadar gula darah merupakan cara mengelola kesehatan secara menyeluruh. Hal ini karena selain kadar gula tinggi, kadar gula darah rendah juga bisa menjadi masalah kesehatan.
Kadar gula darah yang turun di bawah batas normal dikenal dengan hipoglikemia.
Kondisi ini lebih mungkin dialami penderita diabetes yang menggunakan insulin untuk mengurangi gula darah.
Namun orang yang bukan penderita diabetes juga bisa mengalaminya.
Studi menunjukkan umumnya hipoglikemia non diabetes dihasilkan dari kondisi medis lain yang merusak kapasitas tubuh untuk mempertahankan atau memproses glukosa.
Menurut dr Ashutosh Shukla seperti dilansir Health Shots, hipoglikemia non-diabetes adalah istilah untuk orang bukan penderita diabetes dengan kadar gula darah rendah, turun di bawah 70 mg/dL.
dr Ashutosh Shukla adalah Senior Director- Internal Medicine and Medical Advisor, Max Hospital Gurugram, Haryana, India.
Hipoglikemia non diabetes dibagi menjadi dua yaitu hipoglikemia reaktif dan puasa.
Hipoglikemia reaktif biasanya terjadi setelah makan camilan tinggi karbohidrat.
Sedangkan hipoglikemia puasa terjadi dalam semalam jika tidak makan atau jeda panjang di antara waktu makan.
Orang non-diabetes perlu mewaspadai gejala kadar gula darah rendah.
Gejalanya antara lain berkeringat, pusing, lemas tiba-tiba, sakit kepala dan kebingungan.
Penurunan kadar gula darah yang parah dapat menyebabkan bicara tidak jelas, penglihatan kabur dan lain-lain.
Orang dengan kadar gula darah sangat rendah bisa mengalami pingsan.
Meski merupakan masalah umum pada penderita diabetes, kadar gula darah rendah dapat menyerang orang tanpa diabetes.
Ada tiga alasan umum gula darah rendah pada pasien non-diabetes yaitu obat, tumor dan pradiabetes.***
Ilustrasi - Piqsels







