Cegah Stroke dengan Gaya Hidup Sehat dan Makanan Sehat
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terputus. Stroke merupakan penyakit paling mematikan nomor dua setelah penyakit jantung.
World Stroke Organization mengungkapkan 1 dari 5 kasus stroke akibat obesitas.
Selain itu, 1 dari 4 orang terkena stroke karena kurang konsumsi buah dan sayur serta 1 dari 10 orang karena merokok.
Data Riskesdas pada 2018 menyebutkan 33,5 persen penduduk Indonesia kurang beraktivitas fisik.
Selain itu, 95 persen penduduk kurang makan sayur dan buah, 29,3 persen merokok, dan 3,3 persen mengonsumsi alkohol.
Berikut cara mencegah stroke
- Menjaga tekanan darah tetap normal
Lebih dari 50 persen kasus stroke di dunia disebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena itu, penting untuk memantau tekanan darah.
Selain itu juga menjaga tekanan darah dengan mengatur pola makan, membatasi konsumsi garam, olahraga teratur dan tidak merokok.
- Hidup sehat dan aktif
Gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko stroke. Gaya hidup sehat itu diantaranya olahraga teratur, menghindari merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
- Konsumsi makanan sehat
Mengonsumsi makanan sehat dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan otak. Pilih makanan kaya serat, buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.
- Mengelola gula darah
Diabetes dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah dan meningkatkan resiko stroke. Karena itu, penting mengontrol gula darah melalui pengaturan pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur.
- Menjaga berat badan ideal
Berat badan berlebih (obesitas) dapat meningkatkan risiko stroke. Menjaga berat badan b isa dilakukan melalui pola makan sehat dan berolahraga teratur.
- Mengelola kolesterol
Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko stroke. Kolesrerol tingga dalam darah dapat memicu pembentukan plak atau sumbatan pada dinding arteri. Penting memantau kadar kolesterol dengan mengatur pola makan sehat dan berolahraga secara teratur.***
Foto ilustrasi - Pixabay







